Kedua
kekerabatan ini juga membawa benda pusaka dari way mengaku, juga sebagai bahan
cerita atau warah kepada anak umpu dikemudian hari bila ada anak cucunya yang
ingin mengetahuinya atau ingin tahu sebagai bahan cerita masa lampau. Mereka kedua
keluarga ini membawa alat pandai besi, yaitu tatakan menempa besi dan palu
untuk menempa besi tersebut.
Yang
kami ketahui jalan ceritanya yaitu yang berada di Tanjung Heran Sukau membawa
tatakan besi tersebut dan kepadaian pandai besi itu tetap terbawa ke
tanjung heran beberapa generasi sampai ada bekas bekas pandai besi pada
petilasan / keramat di tanjung heran sukau.
Selanjutnya
mereka yang migran atau berpindah ke seberang pulau sana yaitu banton, mereka
membawa martil atau palu untuk menempa besi itu ke daerah seberang sana banton
provinsi banten.
Kekerabatan
yang ada di sukau hingga saat ini masih tersambung dengan baik dengan way
mengaku, saling kenal saling memberi info saat ada kegiatan suka datau duka
bagi masing masing pihak di way mengaku dan sukau tanjung heran. Demikian juga
dengan yang ada di krui demikian juga halnya saling memberi info mengundang
dan Bersama dalam suka atau duka keluarga.
Untuk
yang di banten ada cerita unik yaitu manakala adek adek saya ingin ziarah ke
makam di banten lama bila mana juru kunci nya tahu ada dari lampung/way mengaku
maka akan didahulukan dari antrian panjang orang-orang yang ingin ziarah
tersebut.
Dan
satu lagi ada adik saya yang laki laki sempat berangkat dan ziarah pula ke banten
lama provinsi banten dan nomor hpnya diminta oleh juru kunci keramat,
digabungkan kepada sebuah grup wa keturunan kesultanan hasanuddin banten.
Demikian
juga saya sendiri pernah akan diajak abah EK berziarah ke beberapa petilasan di
banton tetapi karena satu dan lain hal hingga ziarah tersebut ujungnya batal. Atau
belum saatnya pesan dari banten kata abah EK.
Itu
semua sekedar gambaran saja bahwa ada garis kekerabatan dan keturunan yang satu
dimasa lampau, yang hingga saat ini tertutup belum tersambung kembali,
harapannya silaturahmi tetap berjalan hingga hari nanti Aamin..
Wallohualam,
terima kasih sebelaumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar